Selama ini kasus-kasus perselisihan Hubungan Industrial dan praktek-praktek Union Busting tidak pernah diangkat ke permukaan atau diberitakan di media massa elektronik (TV dan radio) maupun cetak. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya :
- Keengganan dari media masa itu sendiri yang menganggap bahwa berita-berita perselisihan hubungan industrial dan sejenisnya dianggap bukan komoditi berita yang menguntungkan dibandingkan dengan berita infotainmen (gosip artis/selebritis)
- Kemungkinan di perusahaan media massa tersebut juga telah terjadi praktek-praktek union busting.
- Adanya money politics dari pihak perusahaan tertentu kepada media massa agar tidak mempublikasikan berita mamun hanya mengenai kasus perselisihan hubungan industrial yang terjadi pada perusahaan tersebut atau kalaupun diberitakan biasanya merupakan propaganda dari perusahaan yang berselisih dimana beritanya tidak lagi seimbang dan obyektif dan cenderung berpihak pada perusahaan.
- Ketakutan media massa akan kehilangan order pemasangan iklan dari perusahaan yang diberitakan